#BIJITrip: Satu orang, 7 Minggu dan 6 Negara.

Memutuskan untuk traveling sendirian itu mudah, asalkan punya keberanian dan rasa penasaran yang besar (dan ditambah dengan uang yang cukup. Ujung-ujungnya duit. tetep). Traveling selama 7 minggu seorang diri ke 6 negara di Eropa memberiku pengalaman dan pelajaran yang berharga. Mulai dari meminta izin ke orang tua sampai bertahan di negara orang dan kembali ke tanah air dengan selamat. Sebagai seorang fotografer yang suka traveling, pikiran terpecah belah itu wajar, apalagi ke negara yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Fokus kepada objek yang akan difoto itu menyenangkan, karena melihat sesuatu yang menarik dari balik lensa adalah hal yang paling aku suka di dunia fotografi. Membuat koneksi antara aku dan objek adalah tantangan tersendiri karena memakan waktu yang tidak sebentar dan karena hal itulah aku merasa perjalananku selama 7 minggu kemarin terasa cepat. Sebelumnya aku suka berpikir, buat apa fotografer National Geographic pergi ke sebuah negara untuk penugasan foto dalam waktu lama. Sekarang aku sudah tau kenapa. Untuk menghasilan foto yang benar-benar bagus membutuhkan waktu banget, apalagi yang berhubungan dengan kehidupan manusia. Dan selama yang aku lakukan adalah hal yang aku suka, aku tidak keberatan untuk pergi dalam waktu lama. Traveling, fotografi, bertemu dengan orang-orang baru lalu kembali dengan ribuan foto dan jutaan kata untuk diungkapkan. Aku menyukai apa yang aku lakukan.

Aku bertemu dan berkenalan dengan banyak orang selama aku traveling seorang diri. Berbagi cerita, belajar bahasa lokal atau minum bir bareng di sebuah bar sambil menonton pertandingan bola. Ide dari trip patah hati ini berasal dari temanku bernama Willy Irawan. Kami pertama kali bertemu di sebuah acara gathering untuk traveler di Jakarta. Di sana dia bercerita bagaimana dia menghabiskan waktu selama sebulan di Eropa dalam rangka patah hati. Lalu aku berpikir, ternyata patah hati bisa membuat orang menjadi produktif. 

Jauh sebelum traveling, aku membeli buku berjudul The Photographer’s Playbook. Aku membaca sebuah tulisan menarik di buku itu, tepatnya di halaman 53:

Ricardo Cases
Spanish Recipe

Ingredients
Four cups of coffee
A camera
Comfortable Shoes
A place in foreign country (outside Spain)
A music device with headphones and the complete works of Manuel de Falla
Eight hours
A sunny day

Directions
Step into your shoes. Place the headphones on your head. Take the first coffee. Once in the street, turn on the audio device and start walking without any direction and with no interruption except for those strictly necessary for the proper performance of the exercise - meaning, the second, the third, and fourth coffee. Take pictures of everything that suggest to you the term “Spanish”. Do not talk to anyone, do not stop walking, do not look at the time (set the alarm on your phone to alert you that the exercise is over). At the end the day select ten photos.

(Based on the original recipe of Mario Rey’s series American Insider and on the Josè Ortega y Gasset quote, “Only the imaginary can be exact” that appears in the book An Imaginary Spaniard by Cristóbal Hara.)

Setelah membaca itu, aku langsung ingin melakukannya saat di #BIJITrip nanti.Btw, BIJI singkatan dari Belanda, Inggris, Jerman dan Islandia. Yang mikir aneh-aneh, anu... anu... *kasih sabun buat nyuci pikiran joroknya*

Trip ini udah aku rencanakan sejak beberapa hari setelah lebaran, tepatnya setelah semua client mencairkan invoice *tebar confetti*. Rencana awal adalah 9 negara, yaitu Belanda, Denmark, Jerman, Republik Ceko, Slovakia, Hungaria, Austria, Swiss dan Inggris dalam waktu 2 bulan. Setelah dihitung-hitung, ternyata biayanya di luar budget yang ada. Akhirnya, aku ke negara-negara utama yang pengin aku kunjungi, yaitu: Belanda, Jerman, Islandia dan Inggris dalam waktu 7 minggu. Diselip dengan pergi ke Praha, Republik Ceko, bersama sahabat dan trip spontan ke Brussels, Belgia. 

Cerita sebelum berangkat:

Bapak: Nak, kamu jadi Euro trip?
Aku: Jadi, pak.
Bapak: Berapa lama?
Aku: 7 minggu
Bapak: ASTAGA! BAPAK KIRA CUMA 3 MINGGU!
Aku: Mana cukup, pak.
Bapak: Tiket transportasi, akomodasi, visa dan yang lainnya udah beres?
Aku: Udah pak, tenang aja
Bapak: Trus kamu berangkat kapan?
Aku: *cek kalender di handphone* 2 hari lagi
Bapak: APA?!

Dan dua hari kemudian, aku dianter bapak dan ibu ke bandara :"D Selamat menikmati cerita dan foto yang ala kadarnya :3

AMSTERDAM

BERLIN

PRAGUE


REYKJAVIK

BRUSSELS

LONDON

Share:

2 comments