Dua Belas + Lima Kilogram Untuk Luar Pulau Jawa


Menjadi relawan itu... memanggul beban dan tanggung jawab yang berat. Bukan hanya dari barang bawaan berisikan kebutuhan kita selama menjadi relawan (terutama di luar pulau Jawa), tetapi tugas yang kita ambil atas keinginan sendiri. Aku merelakan uang dan waktu untuk membantu orang-orang di bidang pendidikan, ingin membantu mereka yang terkena bencana alam tetapi persiapan dari segi mental maupun dari segi keterampilan yang dibutuhkan belum mencukupi. Aku bukannya mau dipandang sebagai pahlawan atau penyelamat tapi aku ingin memanfaatkan waktu yang aku punya untuk orang lain. Siapalah aku, hanya manusia biasa berbadan mungil dan kurus yang seringkali diremehkan karena dilihat sebagai anak kesayangan orang tua yang hidup serba cukup dan ngga mau melakukan hal yang merepotkan.

Aku terjun ke dunia relawan (terutama di luar pulau Jawa) sejak tahun 2015. Mencoba untuk keluar dari zona nyaman supaya belajar banyak hal baru di luar sana. Waktu itu belom kenal skin care buat wajah, muka dekil karena sinar matahari dan debu dihadapi dengan tabah. Memakai baju sesederhana dan senyaman mungkin biar ngga merepotkan diri sendiri di kota atau daerah yang cukup jauh dari rumah menjadi hal yang biasa. Menahan beli barang ini itu demi menabung dalam bentuk tiket pesawat yang ngga murah pun kini menjadi kebiasaan, Sudah hampir 4 tahun aku menjadi relawan di Jakarta maupun di luar kota, menyicil menjelajahi Indonesia dengan menjadi relawan sudah menjadi agenda tahunan meskipun ngga balik modal (baca: dibayar).

Dua belas kilogram beban carrier yang selalu aku panggul setiap kali bepergian ke luar pulau Jawa untuk menjadi relawan. DUA BELAS KILOGRAM. Apa aja sih isinya bisa sampe seberat itu?
  • Beberapa pasang alas kaki: Sendal, sepatu gunung atau sepatu lari dan sepatu yang aku pakai tapi biasanya pulang pergi pakai sendal biar praktis.

  • Pouch berisikan perlengkapan mandi; Sabun, shampoo, body lotion dan pasta gigi dalam kemasan besar, sikat gigi (ya kali dah bawa pasta gigi tapi ngga bawa sikat giginya), sabun muka, sun block buat muka, dan pembalut buat jaga-jaga. 
  • Laundry bag buat naruh baju kotor, biasanya baju kotor ngga aku cuci kalau udah mau pulang biar dicuci di rumah *evil laugh*

  • Pakaian dalam; celana dalam sesuai jumlah hari bepergian, bra cukup bawa 2 atau 3.
  • Beberapa pasang baju, tergantung berapa lama aku bakal bepergian. Semisal aku pergi selama 7 hari, aku bawa sekitar 6 kaos dan 4 celana (termasuk celana yang aku pakai saat datang). Baju tidur bawa dua atau tiga pasang.
  • Jaket dan syal
  • Baju renang, karena aku sering ke pulau antah berantah atau ke pulau yang dekat dengan laut dan pantainya ramah *salaman*
  • Handuk besar
  • Detergen bubuk atau cair (ditaruh dalam botol semisal beli dalam bentuk pouch isi ulang), semisal ke daerah yang panasnya ampun-ampunan dan mengharuskan aku untuk mencuci baju demi kelangsungan hidup dan teriknya matahari mendukung pakaian cepat kering
  • Colokan paralel, meskipun sinyal susah didapat bukan berarti handphone sama sekali ngga berguna, dan dipakai buat ngecharge batterai kamera. 
  • Mukena *ambil air wudhu*
  • Kosmetik beserta perlengkapannya aku bawa saat jadi relawan Ubud Writers and Readers Festival karena tempat menginap relawan bisa milih sesuai budget, bisa di hostel atau di hotel bintang 2 atau 3 (baca: bisa dandan karena ada meja dandannya). Tapi untuk volunteer trip seperti Ruang Berbagi Ilmu yang mengharuskan aku untuk menginap di rumah relawan, aku lebih memilih membawa skin care, untuk kosmetik cukup bawa pelembab, bedak dan lipcream.

Nah, lima kilogramnya lagi di mana? Lima kilogramnya lagi ada di backpack yang ditaruh di kabin pesawat. Biasanya berisi:
  • Pouch berisi charger (kepala + kabel iPhone dan Android), powerbank, obat-obatan, earphone, karet rambut, dll dkk dsb. Teman-teman menyebutnya itu "Kantong Serba Ada"
  • Pouch berisi peralatan lenong alias kosmetik (concealer, bedak, pensil alis, eye liner, lip cream dengan berbagai macam shade dan minyak wangi)
  • Pouch berisi kamera beserta charger, batterai dan memory card cadangan *ini nih yang bikin berat*
  • Buku bacaan (keseringan novel yang aku bawa)
  • Buku catatan random yang ngga abis-abis, aku lebih memilih yang polos (ngga bergaris) karena suka corat-coret ngga jelas
  • Handuk kecil buat keringat atau mengeringkan tangan.
  • Botol minum 600ml atau 800ml karena banyak minum air itu penting, saudara-saudara!
  • Pouch berisi sedotan, sendok dan garpu stainless karena aku termasuk orang yang malas makan pakai tangan kosong.

Bulan depan aku bakal menghabiskan waktu sekitar 2 minggu untuk UWRF dan extend di Sanur selama beberapa hari, ada yang mau jumpa sekalian nongkrong asik? Let me know ya! Uwu~

Share:

0 comments